Home » Penyakit » kolesterol dalam darah

kolesterol dalam darah

March 13th, 2012 Penyakit

kolesterol dalam darah

Kolesterol dalam darah adalah lemak yang terdapat di dalam aliran darah atau sel tubuh yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormon. Namun apabila kadar kolestrol dalam darah berlebihan, maka bisa mengakibatkan timbulnya penyakit, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke. Kolestrol yang normal harus di bawah 200 mg/dl. Apabila di atas 240 mg/dl, maka Anda berisiko tinggi terkena penyakit seperti serangan jantung atau stroke.
Kolesterol secara alami bisa dibentuk oleh tubuh, tidak hanya itu, kolestrol juga bisa di dapat dari makanan hewani, seperti daging, unggas, ikan, margarin, keju, dan susu. Adapun makanan yang berasal dari nabati, seperti buah, sayur, dan beberapa biji-bijian, tidak mengandung kolestrol.

Kolesterol tidak larut dalam darah sehingga perlu berikatan dengan pengangkutnya, yaitu lipoprotein. Oleh karena itu pula kolestroldibedakan menjadi Low-Density Lipoprotein (LDL) dan High-Density Lipoprotein (HDL). Berikut penjelasannya.

KOLESTEROL JAHAT (Low Density Lipoprotein)
Kolesterol LDL adalah lemak jahat karena bisa menimbun pada dinding dalam dari pembuluh darah, terutama pada pembuluh darah kecil yang menyuplai makanan ke jantung dan otak. semakin lama, timbunan lemak itu semakin tebal dan keras, atau yang dinamakan arteriosklerosis, dan akhirnya terjadi penyumbatan pembuluh darah.

Kolesterol LDL yang optimal adalah bila keadaan kadar dalam darah di bawah 100 mg/dl. Kolesterol LDL 100-129 mg/dl dimasukkan kategori perbatasan / borderline. Jika di atas 130 dan disertai afktor risiko lain seperti merokok, gemuk, diabetes, tidak berolah raga, apalagi jika sudah mencapai 160 atau lebih, maka segera perlu diberi obat.

KOLESTEROL BAIK (High Density Lipoprotein)
Kolesterol HDL disebut lemak yang baik karena dapat membersihkan dan mengangkut timbunan lemak dari dinding pembuluh darah ke hati. idealnya Kolesterol HDL ini harus lebih tinggi dari 40 mg/dl untuk laki-laki, dan perempuan di atas 50 mg/dl.
Beberapa penyebab kolesterol HDL yang rendah adalah kurangnya pergerakan badan, terlalu gemuk, serta kebiasaan merokok. Selain itu hormon testosteron pada laki-laki, steroid anabolik, dan progesteron bisa menurunkan kolesterol HDL, sedangkan hormon estrogen perempuan menaikkan HDL.

Kolesterol Lp (a)
Kolesterol Lp (a) merupakan variasi dari kolesterol LDL. Kadar Lp (a) yang tinggi berbahaya bagi jantung. Penyebab peningkatan Lp (a) belum bisa dijelaskan, karena bisa saja berkaitan dengan faktor genetik.

Trigliserida
Trigliserida adalah bentuk lemak lain yang bisa berasal dari makanan atau dibentuk sendiri oleh tubuh. Memiliki trigliserida yang tinggi sering diikuti juga oleh kolesterol total dan LDL yang tinggi, serta kolesterol HDL yang rendah.

kadar trigliserida yang tinggi biasanya dimiliki oleh penderita sakit jantung, diabetes, atau obesitas. Trigliserida dalam darah yang normal harus di bawah 150 mg/dl.

Bagi beberapa orang yang mempunyai trigliserida tinggi karena faktor keturunan, disarankan untuk mengubah gaya hidup yang bisa dimulai dari diet rendah lemak, olah raga teratur, menurunkan berat badan, tidak merokok, dan tidak minum alkohol. Juga dianjurkan untuk mengurangi konsumsi karbohidrat (nasi, mie atau roti) sampai kurang dari 50 persen dari jumlah kalori total.

Kadar Kolesterol Tinggi
Selain faktor makanan, kolesterol yang tinggi juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Umumnya kolesterol tinggi diderita oleh orang gemuk, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa orang yang kurus bisa juga mengalaminya, apalagi dengan mengonsumsi makanan yang rendah serat namun lemaknya tinggi. Oleh sebab itu, jika anda belum pernah menderita kolesterol apalagi yang sudah pernah mengalaminya, kurus atau gemuk, sangat perlu menjaga asupan makanan dengan mengurangi kadar kolesterol. salah satu caranya adalah dengan memperbanyak konsumsi makanan berserat.

Tips – tips mengendalikan kolesterol

Sebagaimana diketahui, Kolesterol adalah pemicu berbagai gangguan kesehatan, diantaranya hipertensi, gangguan jantung, hingga stroke. Selain itu kolestrol juga merupakan unsur yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, akan tetapi bila kadarnya berlebihan akan menyebabkan timbulnya berbagai penyakit.

Untuk anda yang memiliki gangguan metabolisme kolesterol di dalam tubuh, diet dan berolah raga adalah kegiatan yang harus anda lakukan, tidak lupa juga untuk mengkonsumsi obat-obatan yang direkomendasikan oleh dokter.

Dengan demikian, lebih baik mengontrol dan mengendalikan kadar kolesterol agar tetap normal daripada Anda harus mengobati tingginya kadar kolesterol.

Berikut ini langkah-langkahnya:
1. MENGETAHUI KADAR KOLESTEROL
Secara umum dokter menyarankan agar kadar kolesterol total Anda di bawah 200 mg/dl, dengan kadar LDL (kolestrol jahat) di bawah angka 130, dan HDL (kolesterol baik) berada di atas angka 40.
2. MENJAGA KESEIMBANGAN BERAT BADAN
Salah satu cara untuk mengendalikan kadar kolesterol dalam darah adalah mengurangi berat badan yang berlebih. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berat badan yang berlebih dapat mengganggu proses metabolisme tubuh dalam menghancurkan lemak.
Dengan mengkonsumsi sedikit lemak tidak berarti penurunan kadar kolesterol akan segera terlihat. Dalam hal ini Anda perlu mengurangi sekitar 2.5 – 4.5 kilogram berat badan agar bisa memperbaiki kadar kolestrol.
3. AKTIFITAS FISIK RUTIN
Mengendalikan kadar kolesterol juga bisa dilakukan dengan berolah raga secara rutin. Jalan kaki atau jenis-jenis olah raga ringan lainnya yang dilakukan secara rutin akan membantu meningkatkan kadar HDL. Cukup melakukannya dalam waktu 30 menit dalam sehari dan lima hari dalam seminggu.
4. BERKENALAN DENGAN LEMAK BAIK
Jika anda telah di diagnosa memiliki kadar kolesterol tinggi, biasanya Anda disarankan untuk menurunkan konsumsi lemak. dan anda disarankan untuk mengkonsumsi jenis makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal, seperti selai kacang, avokad, minyak zaitun dan kanola, serta makan berupa kacang-kacangan. Jenis lemak tersebut membantu menurunkan kadar LDL dan Trigliserida dalam darah, serta meningkatkan HDL.

Berikut cara mengonsumsi lemak yang baik:

Pilihlah minyak nabati seperti minyak jagung atau minyak soya (kedelai) daripada minyak hewani.
Dalam meimlih minyak sayur (vegetable oil), sebaiknya pilih yang mengandung lemak tak jenuh rantai tunggal atau jamak.
Mengganti konsumsi daging dengan tahu, kacang, atau sayuran.
Mengonsumsi daging kurus daripada daging sosis atau luncheon meat (daging kaleng)
Membuang lemak pada daging saat mengolahnya, juga pisahkan kulit pada ayam dan bebek.
Banyak mengkonsumsi sayuran, termasuk tahu dan kacang.
Pakai margarin tak jenuh
Pilih susu rendah lemak (low fat) daripada susu full cream.
Untuk orang dewasa sehat, konsumsi telur dibatasi 2-3 butir seminggu, sedangkan untuk anak dan remaja bisa 6-7 telur per minggu. Untuk yang mempunyai kolestrol tinggi, telur harus dibatasi 1-2 per minggu.
Kurangi masak dengan cara menggoreng, lebih baik dengan cara mengukus, merebus. membakar, atau memanggang.
Membatasi makanan kaya lemak hanya dua kali per minggu.
Hindari makanan yang banyak mengandung lemak (babi, kambing, jeroan)
Batasi makanan udang, kepiting, atau kerang.
Jauhi kue yang banyak mengandung krim atau minyak.
MSering mengkonsumsi buah segar setiap hari.
Mengonsumsi makanan kaya serat seperti sayur, buah, padi-padian, dan kacang-kacangan. Makanan daging, ikan, udang, telur, dan susu sama sekali tidak mengandung serat.
5. MENGONSUMSI MULTIVITAMIN
Walaupun anda sudah menjalankan petunjuk untuk mengonsumsi makanan yang sehat, akan tetapi tetap saja tubuh anda mempunyai kekurangan terhadap nutrisi tertentu . Anda perlu mengonsumsi multivitamin atau suplemen makanan untuk mencukupi kebutuhan dasar nutrisi dan menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke. Untuk mengatasi kondisi tersebut
Sebaiknya Anda memilih vitamin yang mengandung asam folat, vitamin B6, dan vitamin B12. Alasannya, ketiganya bermanfaat penting dalam menjaga kesehatan jantung.

6. POLA MAKAN YANG BENAR
Tingkat kolesterol dapat diturunkan dengan mengikuti pola makan yang sehat dan benar. Kurangilah konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan minyak seperti goreng-gorengan, jeroan, bebek, kulit, sosis, hamburger, kepiting, udang, cumi, margarin, mentega, kuning telur, susu berlemak dan keju.
Perbanyaklah mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan serat, seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan kacang-kacangan karena tidak mengandung kolestrol.

Share this post to your friends!
facebook
twitter
stumbleupon
Delicious
reddit
Digg

Leave comment for kolesterol dalam darah





Related Post to kolesterol dalam darah

TIPS MENGOBATI KUTU AIR

28/01/2012
Penyakit kutu air biasanya menjangkiti kaki yang lembab dan sering berada di tempat-tempat yang basah, seperti sungai, selokan, tempat kamar mandi, dan tempat-tempat lain...

efek kurang tidur

04/03/2012
efek kurang tidur bagi kesehatan sangatlah buruk Ketika anda memiliki kualitas tidur yang baik, maka segala aktivitas tubuh dan aktivitas kehidupan sehari-hari akan berjalan...

Penyebab penyakit kanker

03/11/2011
Penyebab penyakit kanker biasanya tidak dapat diketahui secara pasti karena penyebab kanker dapat merupakan gabungan dari sekumpulan faktor, genetik dan lingkungan. Namun ada beberapa...

khasiat kacang hijau

08/02/2012
khasiat kacang hijau – Kita pasti mengenal dengan jenis kacang-kacanagan, ada kacang panjang, ada kacang tanah, ada kacang kedelai, dan satu lagi yang berwarna...


Plugin by:aAM